Batik Tenun Menjadi Icon Desa Teluk Latak, BumDes Langgam Sako Ikut Menjaga Kearifan Lokal

Batik Tenun Menjadi Icon Desa Teluk Latak, BumDes  Langgam Sako Ikut Menjaga Kearifan Lokal
Batik Tenun Desa Teluk Latak Bumdes Langgam Sako

BENGKALIS -   Sebelumnya ramai di media adanya protes keberatan terkait dengan adanya motif Melayu Riau dipatenkan pengusaha konveksi asal Bandung dari Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR), Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Riau serta PWI Riau. Pada hal Pemerintah selama ini sudah menjadikan motif batik komunal budaya melayu riau  salah satu promosi Riau dan juga telah dibukukan pemerintah secara rapi dengan dua bentuk yaitu berbahasa Indonesia dan bahasa Inggris.

Dan di ujung Pulau Bengkalis terletak di desa Teluk Latak. BumDes Langgam Sako sudah memberikan nilai tambah ke warga atau selama ini warga hanya memproduksi Tenun Siak dan memproduksi batik tenun yang mempunyai nilai jual dan juga BumDes Langgam Sako ikut mempertahankan kearifan lokal dengan menggerakkan masyarakat dengan memproduksi batik tenun.

Berawal produksi Batik tenun ini, Ide dari Komisaris Bumdes Kades Teluk Latak kata Novrizal, " Karena Teluk Latak ini terkenal dengan Tenunan Siak yang menjadi hasil tenun ibu-ibu terutama di RT 01 RW 02 Dusun Langgam Muara, Teluk Latak dan Tenun Siak digunakan sangat terbatas, biasanya digunakan pada acara-acara pesta pernikahan dan acara-acara khusus lainnya. Selain itu, Tenunan ini tidak bisa digunakan secara rutin dan juga tidak bisa dicuci (menggunakan mesin cuci, red) yang bisa merusakkan tenunnya. Maka dari itu, kami punya ide, bagaimana Tenunan Siak tetap berjalan dan kita punya produksi yang tidak lari dari tenun, " ungkap Direktur BumDes Langgam Sako. Senin.(29/03).

BumDes Langgam Sako sudah membuat 24 motif yang pasti tidak lari dari motif Tenun Siak di kain batik tenun dengan ukuran 2 meter. " sistem Batik tenun ini bisa digunakan setiap saat, kapan saja tidak hanya acara pesta pernikahan saja, shalat Jum'at pun bisa digunakan karena batik tenun ini bisa dicuci sebagimana batik-batik lainnya yang di jual di pasaran. Alhamdulillah, usaha kami ini berjalan dengan baik hingga sekarang, " ungkap Tamam.

Norizal mengaku belum bisa mencari motif Tenun dari luar dikarenakan motif dari luar tadi telah punya Hak Patent. "Contohnya Batik Siak, itu Batik Istana itu Batik mereka. Kemudian, Pelalawan Kerinci itu Batik Bono yang juga hak mereka. Sebetulnya kita ada Batik Terubuk, tapi kami belum bisa menjajaki siapa pemilik Batik Terubuk ini. Kami harap dengan teresposnya kegiatan kami ini, kepada Pemerintah Kabupaten Bengkalis  kita, " harap Norizal seraya menambahkan usaha mereka dikerjakan 17 ibu rumah tangga  memproduksi Batik Tenun.

Kain batik tenun ini di hargakan Rp. Rp300.000. "Alhamdulillah, Ibu Camat Bengkalis untuk PKK mereka telah menempah  sebanyak 33 lembar Batik Tenun produksi kami. kami juga berharap kepada ibu Bupati Bengkalis untuk memberikan support kepada kami sebagaimana yang dilakukan Ibu Camat ini karena batik yang kami produksi ini hanya bagi kalangan ekonomi menengah ke atas, kalau kalangan menengah ke bawah itu mungkin sulit karena kalau sudah menjadi baju harganya bisa mencapai empat ratusan ribu rupiah. Kainnya saja tiga ratus ribu, belum upah jahitnya, " terang Norizal.

Norizal memuji dukungan masyarakat Desa Teluk Latak dan Kades sehingga usaha mereka tadi berjalan dengan baik. "Tapi tidak terlepas dari dukungan pemerintah daerah setempat dalam hal pemasaran. Bagi yang ingin melakukan pemesanan, bisa menghubungi nomor saya +628136533700, " sebut Norizal di akhir wawancara didampingi Sekretaris, Nanang Hermoyo.

"Rumah Batik Tenun ini dibuka pada Senin sampai Sabtu, pukul 08.00 WIB sampai 17.00 WIB, hari Ahad kita libur. Stok yang tersedia hari ini (Senin, 29/3/2021) ada sekitar 20 lembar, yang lain masih dalam proses produksi dan akan bertambah dua hari kedelapan. Bagi yang ingin datang langsung, silahkan datang ke tempat kami yang berada tepat di samping Masjid Al Hadi Taqwa, " kata Nanang Hermoyo.(yulistar)

Bengkalis Riau
Yulistar

Yulistar

Previous Article

Belum Sempat Di Edarkan, Polsek Mandau Amankan...

Next Article

Warga Resah, Paska Proses Survey Seismik...

Related Posts

Peringkat

Profle

Syafruddin Adi

Achmad Sarjono

Achmad Sarjono verified

Postingan Bulan ini: 174

Postingan Tahun ini: 613

Registered: Sep 25, 2020

Herman Djide

Herman Djide verified

Postingan Bulan ini: 73

Postingan Tahun ini: 1026

Registered: Sep 22, 2020

H. Syamsul Hadi, S.Pd

H. Syamsul Hadi, S.Pd

Postingan Bulan ini: 60

Postingan Tahun ini: 204

Registered: Jan 24, 2021

Suhardi

Suhardi

Postingan Bulan ini: 58

Postingan Tahun ini: 547

Registered: Sep 22, 2020

Profle

Widian.

Yusril Minta KPU Tunda Penetapan Pemenang Pilkada Labuhanbatu Tahun 2020
Akhirnya Terjawab Sudah, MK Terima Gugatan  Dan Mengadili Perkara PSU Pilkada 2020
Sat Narkoba Polres Bantaeng Amankan 2 Warga dan 1 Oknum Polisi, Tes Urine Positif
Pelaku Pembakar Rumah Di Desa Gancang Dijerat Pasal 178 KUHP Ancaman Penjara 12 Tahun

Follow Us

Recommended Posts

Kepala Divisi Pengawasan Transaksi Bursa Efek Indonesia Diperiksa Penyidik Jampidsus Terkait Dugaan Korupsi Pada PT. ASABRI
Kunker Virtual, Jaksa Agung Tegaskan Jangan Mudik
Jampidsus Limpahkan Laporan Hasil Penyelidikan Perkara Dugaan Korupsi Pengadaan Bantuan Benih Jagung Pada Penyidik Kejati Lampung
OTT Bupati Nganjuk,  Humas Polri: Wujud Sinergitas KPK dan Polri
Terkait Dugaan Korupsi PT. ASABRI, Penyidik Jampidsus Periksa Lima Saksi, Empat Ahli Serta Satu Tersangka