Lapas Kelas IIA Bengkalis Terapkan Transaksi Non Tunai

Lapas Kelas IIA Bengkalis Terapkan Transaksi Non Tunai
Lapas Kelas IIA Bengkalis Terapkan Transaksi Non Tunai

BENGKALIS - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkalis bekerja sama dengan PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) cabang Bengkalis program Lapas kelas IIA Bengkalis bebas dari transaksi tunai.

Kepala Lapas kelas IIA Bengkalis Edi Mulyono mengatakan, program tersebut diselenggarakan dalam rangka memantapkan situasi dan kondisi kehidupan dan penghidupan yang teratur, aman, tertib dan tenteram sehingga dapat menjamin terselenggaranya kegiatan pelayanan atau pembinaan di Lapas. Serta dalam rangka Pembangunan Zona Integritas Menuju WBK/WBBM Pada Lapas kelas IIA Bengkalis.

“Terobosan yang dilakukan oleh Lapas kelas IIA Bengkalis dalam rangka menyukseskan program Pemerintah dan Bank Indonesia untuk mengubah cara bertransaksi masyarakat dari yang semula berupa tunai menjadi non tunai untuk mengurangi penggunaan uang kertas menjadi uang elektronik, yang bekerja  Bank BRI, " kata Kalapas kelas IIA Bengkalis, Senin (12/04)

Ia menambahkan, setelah resmi seluruh transaksi di dalam Lapas akan dilakukan melalui transaksi elektronik atau E-money yang diyakini mampu mengurangi transaksi tunai oleh Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang merupakan salah satu sumber masalah yang menyebabkan gangguan keamanan dan ketertiban seperti utang piutang hingga pungutan liar.

“Ini bertujuan untuk meminimalisir penyelewengan dan penyalahgunaan uang di dalam Lapas sehingga segala transaksi yang dilakukan oleh WBP bisa terkontrol dan termonitor mengingat penggunaan dan peredaran uang tunai secara langsung dapat memberikan dampak pada terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban serta hubungan kolutif di Lapas, ” tutupnya.

Dia mengatakan, keuntungan yang diperoleh dengan transaksi non tunai tersebut, selain dapat menghindarkan pemerasan dan pencurian uang, transaksi juga lebih mudah, aman, dan praktis. Edi menjelaskan, pada transaksi yang dilakukan warga binaan untuk membeli kebutuhan pokok, dapat melalaui mesin layar sentuh  di koperasi lapas.

Setelah memesan produk yang dibutuhkan, warga binaan tinggal menggesek kartu atau uang elektronik yang dimiliki. “Barang yang dipesan akan dikirimkan oleh petugas, dan penggunaan uang elektronik tersebut tidak boleh lebih dari Rp 200 ribu per hari, ” jelasnya. Untuk pengisian ulang uang elektronik tersebut, keluarga dari warga binaan juga tidak perlu datang menemui kerabatnya yang ada di dalam lapas. Sebab, dapat dilakukan melalui tranfer

Dalam kesempatan tersebut, Lapas Kelas IIA Bengkalis dapat bantuan dari BRI Bengkalis seperangkat Leptop dan kartu Brizzi BRI sebanyak 200 buah.(yulistar)

Bengkalis Riau
Yulistar

Yulistar

Previous Article

Selama Ramadhan, PDAM Bengkalis Gratiskan...

Next Article

Dalam Sepekan Ini Angka Positif Covid-19...

Related Posts

Peringkat

Profle

Syafruddin Adi

Achmad Sarjono

Achmad Sarjono verified

Postingan Bulan ini: 174

Postingan Tahun ini: 613

Registered: Sep 25, 2020

Herman Djide

Herman Djide verified

Postingan Bulan ini: 73

Postingan Tahun ini: 1026

Registered: Sep 22, 2020

H. Syamsul Hadi, S.Pd

H. Syamsul Hadi, S.Pd

Postingan Bulan ini: 60

Postingan Tahun ini: 204

Registered: Jan 24, 2021

Suhardi

Suhardi

Postingan Bulan ini: 58

Postingan Tahun ini: 547

Registered: Sep 22, 2020

Profle

Widian.

Yusril Minta KPU Tunda Penetapan Pemenang Pilkada Labuhanbatu Tahun 2020
Akhirnya Terjawab Sudah, MK Terima Gugatan  Dan Mengadili Perkara PSU Pilkada 2020
Sat Narkoba Polres Bantaeng Amankan 2 Warga dan 1 Oknum Polisi, Tes Urine Positif
Pelaku Pembakar Rumah Di Desa Gancang Dijerat Pasal 178 KUHP Ancaman Penjara 12 Tahun

Follow Us

Recommended Posts

Kepala Divisi Pengawasan Transaksi Bursa Efek Indonesia Diperiksa Penyidik Jampidsus Terkait Dugaan Korupsi Pada PT. ASABRI
Kunker Virtual, Jaksa Agung Tegaskan Jangan Mudik
Jampidsus Limpahkan Laporan Hasil Penyelidikan Perkara Dugaan Korupsi Pengadaan Bantuan Benih Jagung Pada Penyidik Kejati Lampung
OTT Bupati Nganjuk,  Humas Polri: Wujud Sinergitas KPK dan Polri
Terkait Dugaan Korupsi PT. ASABRI, Penyidik Jampidsus Periksa Lima Saksi, Empat Ahli Serta Satu Tersangka