Status Ketua Partai Politik Pecandu Narkoba Antara Jeruji Besi dan Rehabilitasi

Status Ketua Partai Politik Pecandu Narkoba Antara Jeruji Besi dan Rehabilitasi
Pres rilase Kapolres Bengkalis AKBP Hendra Gunawan TP Narkoba

BENGKALIS - Dia Pemakai aktif tegas, Kapolres Bengkalis AKBP Hendra Gunawan dalam Pres rilase Rabu.(07/04).di Mapolres Bengkalis jalan Pertanian. Sebelumnya sudah beredar informasi di masyarakat telah ditangkap salah satu ketua partai politik di Kabupaten Bengkalis di Cafe Moris jalan A.yani Bengkalis beberapa hari lalu.

Kapolres Bengkalis AKBP Hendra Gunawan didampingi Kanit Penyidikan  Sat Narkoba Iptu Toni Armando membenarkan penangkapan Ketua Partai Gerindra Kab bengkalis.

Pengungkapan kasus TP Narkoba pada harii Senin  (05/04) sekira pukul 21.00 Wib di Cafe Morris Jl. Ahmad Yani Kel. Bengkalis Kota Kec. Bengkalis Kab. Bengkalis.

Hendra Gunawan menyebutkan pelaku yang berhasil diamankan adalah S alias Yetno bin Misgi (alm) (42 tahun) warga Jalan Jendral Sudirman Gg.Jawa Kelurahan Damon Kecamatan Bengkalis, IH alias Iwan Tato bin Samsuri (40 tahun) wiraswasta warga Jalan Pertanian Desa Senggoro Kecamatan Bengkalis Kabupaten Bengkalis dan S alias Udin Pirang bin M.Ali (55 tahun) warga Jalan Wonosari Timur Gg. Bandes Desa Wonosari Kecamatan Bengkalis Kabupaten Bengkalis, yang bersangkutan merupakan Ketua DPC Partai Gerindra Bengkalis.

"Dua tersangka yakni S dan IH diamankan di Caffe dan S diamankan di kediamannya, "kata Kapolres.

Kronologis penangkapan 

Kapolres menyebutkan penangkapan tersangka pada mulanya ada informasi dari masyarakat Senin 5 April pukul 20:30 WIB tim opsnal satuan Resnarkoba bahwa IH alias Iwan Tato yang sudah lama menjadi target operasi (TO) berada di Caffe  bersama rekannya S alias Yetno tim langsung bergerak ke tempat kejadian perkara (TKP) pada pukul 21:00 WIB dan mengamankan kedua tersangka.

"Secara kebetulan kedua tersangka berada di caffe dan sempat juga salah satunya membuang barang bukti dan berada di dekat kaki IH namun diketahui petugas, awalnya tidak mengakui barang narkoba jenis sabu tersebut miliknya, namun akhirnya mengaku, bahwa barang haram didapat dari S alias Yetno"kata Kapolres AKBP Hendra Gunawan yang didampingi Kanit I Penyidik narkoba polres Bengkalis IPTU Toni Armando.

Sebagaimana dikatakan S alias Yetno mendapatkan barang tersebut diperoleh dari IC yang sampai saat ini masih dalam.pencarian, sementara dari keterangan Iwan tato yang turut menikmati narkoba tesebut adalah Udin Pirang, tim langsung menuju ke kediaman Udin Pirang tetapi tidak menemukan barang bukti narkoba.

" Meskipun tidak ada barang bukti Udin Pirang turut diamankan karena disalah satu ruko tempat biasa Ia mangkal di geledah tim menemukan Barang bukti alat-alat yang digunakan tersangka Udin

Diketahui bahwa kedua tersangka yakni Yetno dan Iwan Tato adalah Resedivis narkoba.

Dari penagkapan ke tiga tersangka polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa

4 unit telepon genggam, narkoba jenis sabu 7, 0 gram dan uang tunai Rp700.000.

Peran Tersangka IWAN dan YETNO adalah sebagai pengedar dan Bandar, Bahwa tersangka sudah lama mengedarkan Narkotika jenis Sabu di Wilayah Bengkalis Kota dan tersangka mengakui Narkotika jenis Sabu tersebut milik Yetno yang dipesan oleh tersangka Iwan tato dan telah menerima uang Rp2, 5 juta dari Iwan tato sedangkan Udin Pirang adalah pengguna dan hasil tes S positif pengguna.

"Dua tersangka Yetno dan Iwan jerat dengan pidana mati atau pidana seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 6 tahun, sedangkan Udin pirang di kenakan sebagai pengguna, karena tesangka tidak ditemukan barang bukti maka akan diserahkan ke BNN Provinsi Riau, berdasarkan aturan barang bukti dibawah 1 gram dengan hasil penyidikan maka bisa dilakukan rehabilitasi, "kata Kapolres.

Udin Pirang di Rehabilitasi

Rehabilitasi narkoba merupakan salah satu upaya untuk menyelamatkan para pengguna dari belenggu narkoba.

Pecandu Narkotika dan korban penyalahgunaan Narkotika wajib menjalani rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial. Hal ini diperjelas dalam Pasal 3 ayat (1) Peraturan Kepala Badan Narkotika Nasional Nomor 11 Tahun 2014 tentang Tata Cara Penanganan Tersangka dan/atau Terdakwa Pecandu Narkotika dan Korban Penyalahgunaan Narkotika ke Dalam Lembaga Rehabilitasi (Peraturan BNN 11/2014) yang mengatur bahwa Pecandu Narkotika dan Korban Penyalahgunaan Narkotika yang tanpa hak dan melawan hukum sebagai Tersangka dan/atau Terdakwa dalam penyalahgunaan Narkotika yang sedang menjalani proses penyidikan, penuntutan, dan persidangan di pengadilan diberikan pengobatan, perawatan dan pemulihan dalam lembaga rehabilitasi.

Adapun persyaratan rehabilitasi yang dikeluarkan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) tahun 2018, terdapat dua sistem untuk mendapatkan rehabilitasi.

Ada dua hal yang diperhatikan dalam Surat Edaran Nomor SE/01/II/Bareskrim pada 15 Februari 2018 tersebut.

Pertama, rehabilitasi bisa dilakukan jika pemakai narkotika tidak tangkap tangan atau secara sukarela. Kedua, jika kedapatan saat tangkap tangan, pemakai atau korban penyalahgunaan narkotika tidak membawa narkoba atau dalam jumlah tertentu.(yulistar)

Bengkalis Riau
Yulistar

Yulistar

Previous Article

Cegah Karhutla, Bhabinkamtibmas Desa Bathin...

Next Article

Gubernur Riau Syamsuar Tinjau Langsung Gerakan...

Related Posts

Peringkat

Profle

Syafruddin Adi

Achmad Sarjono

Achmad Sarjono verified

Postingan Bulan ini: 174

Postingan Tahun ini: 613

Registered: Sep 25, 2020

Herman Djide

Herman Djide verified

Postingan Bulan ini: 73

Postingan Tahun ini: 1026

Registered: Sep 22, 2020

H. Syamsul Hadi, S.Pd

H. Syamsul Hadi, S.Pd

Postingan Bulan ini: 60

Postingan Tahun ini: 204

Registered: Jan 24, 2021

Suhardi

Suhardi

Postingan Bulan ini: 58

Postingan Tahun ini: 547

Registered: Sep 22, 2020

Profle

Widian.

Yusril Minta KPU Tunda Penetapan Pemenang Pilkada Labuhanbatu Tahun 2020
Akhirnya Terjawab Sudah, MK Terima Gugatan  Dan Mengadili Perkara PSU Pilkada 2020
Sat Narkoba Polres Bantaeng Amankan 2 Warga dan 1 Oknum Polisi, Tes Urine Positif
Pelaku Pembakar Rumah Di Desa Gancang Dijerat Pasal 178 KUHP Ancaman Penjara 12 Tahun

Follow Us

Recommended Posts

Kepala Divisi Pengawasan Transaksi Bursa Efek Indonesia Diperiksa Penyidik Jampidsus Terkait Dugaan Korupsi Pada PT. ASABRI
Kunker Virtual, Jaksa Agung Tegaskan Jangan Mudik
Jampidsus Limpahkan Laporan Hasil Penyelidikan Perkara Dugaan Korupsi Pengadaan Bantuan Benih Jagung Pada Penyidik Kejati Lampung
OTT Bupati Nganjuk,  Humas Polri: Wujud Sinergitas KPK dan Polri
Terkait Dugaan Korupsi PT. ASABRI, Penyidik Jampidsus Periksa Lima Saksi, Empat Ahli Serta Satu Tersangka