Patuhi Prokes, Perayaan Imlek di Klenteng Hok Aan Kiong Bengkalis Sepi Ritual Keagamaan Diwakilkan

Patuhi Prokes, Perayaan Imlek di Klenteng Hok Aan Kiong Bengkalis Sepi Ritual Keagamaan Diwakilkan
Suasana Imlek di Klenteng Hok Aan Kiong Bengkalis

BENGKALIS - Pengaruh pendemi Covid-19 di Perayaan Imlek kota Bengkalis tahun ini tidak tampak kemeriahan dan keramaian warga Tionghoa. Kegiatan ritual sembahyang di Klenteng Hok Ann Kiong yang biasanya ramai di hari pertama Imlek, tahun ini jauh berbeda dan terlihat tidak ramai.

Humas Vihara dan Klenteng Hok Ann Kiong Herman Kusuma mengatakan, kondisi ini terjadi karena pihaknya sudah menyampaikan kepada warga keturunan tionghoa Bengkalis untuk merayakan Imlek di rumah saja. Ini disampaikan melihat pandemi Covid 19 yang belum berakhir.

Sejumlah ritual dan kegiatan perayaan Imlek pun ditiadakan pada tahun ini. Klenteng Hok Ann Kiong juga hanya membuat kegiatan sembhyang saja.

"Seperti sembahyang di malam pergantian tahun malam tadi, hanya sembilan orang dari pantia melakukan sembahyang mewakili umat. Kemudian kegiatan kembang api di klenteng juga ditiadakan, begitu juga ritual semah kampung dengan pawai membawa dewa di hari keenam Imlek nanti kita tiadakan juga, " terang Herman.Jumat (12/02).

Menurut dia, untuk pagi Imlek tadi juga sembahyang dilakukan secara bergiliran oleh warga keturunan Tionghoa Bengkalis. Pihak Klenteng juga menyiapkan petugas di sana untuk mengatur protokol kesehatan bersama Satgas Covid.

"Kita siapkan tenda di sana, antisipasi kalau yang datang ramai. Untuk masuk klenteng akan diberlakukan secara bergantian dan diatur oleh panitia untuk antre" tambahnya.

Menurut dia, sejauh ini dari pantauan pihak klenteng sendiri masyarakat yang datang untuk sembahyang tidak begitu ramai. Sehingga tidak terjadi antrean untuk beribadah di depan klenteng.

Pihaknya sudah menyampaikan imbauan tertulis dan melalui media sosial untuk tidak merayakan imlek dengan kegiatan kerumunan. Imbauan ini sudah dibuat jauh jauh hari sebelumnya dan tanpaknya cukup dipatuhi masyarakat.

"Masyarakat sudah banyak yang tahu dari imbauan yang kita buat, begitu juga orangtua banyak yang meningatkan sehingga perayaan tahun ini cukup sederhana, " ungkapnya.

Selain itu pihak klenteng juga menyampaikan kepada masyarakat untuk tidak saling mengunjungi saat perayaan imlek. Cukup dengan silahturahmi secara virtual saja dengan keluarga.

"Kalau keluarga inti seperti orangtua dan anak wajar saling mengunjungi. Tapi kalau kerabat jauh cukup silahturahmi dengan virtual saja, sejauh ini cukup dipatuhi oleh masyarakat kita, " terangnya.(yulistar)

Bengkalis Riau
Yulistar

Yulistar

Previous Article

Jelang Tahun Baru Cina, Polsek Bengkalis...

Next Article

HUT Ke- 13 Partai Gerindra Bengkalis, Syamsudin:...

Related Posts

Peringkat

Profle

Syafruddin Adi

Achmad Sarjono

Achmad Sarjono verified

Postingan Bulan ini: 174

Postingan Tahun ini: 613

Registered: Sep 25, 2020

Herman Djide

Herman Djide verified

Postingan Bulan ini: 73

Postingan Tahun ini: 1026

Registered: Sep 22, 2020

H. Syamsul Hadi, S.Pd

H. Syamsul Hadi, S.Pd

Postingan Bulan ini: 60

Postingan Tahun ini: 204

Registered: Jan 24, 2021

Suhardi

Suhardi

Postingan Bulan ini: 58

Postingan Tahun ini: 547

Registered: Sep 22, 2020

Profle

Widian.

Yusril Minta KPU Tunda Penetapan Pemenang Pilkada Labuhanbatu Tahun 2020
Akhirnya Terjawab Sudah, MK Terima Gugatan  Dan Mengadili Perkara PSU Pilkada 2020
Sat Narkoba Polres Bantaeng Amankan 2 Warga dan 1 Oknum Polisi, Tes Urine Positif
Pelaku Pembakar Rumah Di Desa Gancang Dijerat Pasal 178 KUHP Ancaman Penjara 12 Tahun

Follow Us

Recommended Posts

Kepala Divisi Pengawasan Transaksi Bursa Efek Indonesia Diperiksa Penyidik Jampidsus Terkait Dugaan Korupsi Pada PT. ASABRI
Kunker Virtual, Jaksa Agung Tegaskan Jangan Mudik
Jampidsus Limpahkan Laporan Hasil Penyelidikan Perkara Dugaan Korupsi Pengadaan Bantuan Benih Jagung Pada Penyidik Kejati Lampung
OTT Bupati Nganjuk,  Humas Polri: Wujud Sinergitas KPK dan Polri
Terkait Dugaan Korupsi PT. ASABRI, Penyidik Jampidsus Periksa Lima Saksi, Empat Ahli Serta Satu Tersangka